Home » , , , » Tamasya kesurga

Tamasya kesurga

Dengarkanlah Ibnu Al-Qayyim rahimahumullah ketika ia menjelaskan tentang moment yang besar yakni momentum pertemuan yang agung, Diantara para Awliya dan juga para hamba-hamba-Nya yang paling shaleh ketika mereka Kemuliaan dan Kebesara Wajah-Nya.

Dengarkan dan bayangkanlah seolah kalian bersama mereka. Semoga Allah.SWT Memasukan kalian dan saya menjadi salah satu diantara mereka.

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata: Jika anda bertanya tentang hari penambahan Dan hari kunjungan kepada Allah Al-Aziz Al-Hamid, kemudian melihat wajah-Nya yang bersih dari segala macam perumpamaan dan penyerupaan terhadap segala sesuatu. Sebagaimana yang disabdakan oleh orang yang paling benar ucapannya Rosulullah.SAW, sehingga pasti akan terjadi, maka dengarkanlah ketika

penyeru memanggil : "Wahai sekalian penghuni syurga! Sesungguhnya Rabb kalian meminta kalian berkunjung kepada-Nya, maka mari kita berkunjung kepada-Nya!"

Penghuni Syurga menjawab : "Kami dengar dan patuh!" hingga, mereka berhenti dilembah yang harum yang dijadikan tempat berkumpul, merekapun berkumpul dilembah yang luas tersebut.
Tidak ada satupun malaikat yang meninggalkan mereka, Rabb Tabaraka wa Ta'ala meminta kursi-Nya diambi dan ditempatkan dilembah tersebut. Kemudian, mimbar-mimbar dari cahaya disiapkan bagi mereka, mimbar mutiara lu'lu, mimbar mutiara zabarjad, mimbar emas dan mimbar perak
penghuni syurga yang paling rendah kelasnya duduk diatas bukit pasir dari kasutri. (mereka tidak pernah melihat ada orang yang mempunyai kursi seindah kursi mereka ) Hingga ketika mereka telah duduk dikursi dan tempatnya masing-masing dengan nyaman.

penyeru memanggil: "Wahai penghuni syurga! Sesungguhnya kalian mempunyai janji disisi Allah yang hendak Allah berikan kepada kalian!"

Mereka berkata: "Janji apa yang dimaksud? Bukankah Allah telah membuat wajah kami putih, memperberat timbangan kami, memasukan kami kedalam syurga dan menjauhkan kami dari neraka?"

ketika mereka dalam keadaan seperti itu, Tiba-tiba sinar memancar sehingga pancarannya menerangi sekeliling syurga! Mereka mengankat kepala mereka, dan melihat : Ternyata Allah Al-Jabar Yang Maha mulia dan suci asma'-Nya melihat mereka dari atas mereka

Seraya berfirman : "Wahai penghuni syurga!" salam sejahtera untuk kalian!"

Salam tersebut, mereka jawab dengan sura mereka yang paling merdu : "Ya Allah, Engkau adalah kesejahteraan dan dari Engkaulah kesejahteraan itu. Engkau Maha mulia, wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kebesara.

Lalu Allah Tabaraka wa Ta'ala tertawa kepada mereka dan berfirman :"Mana hamba-hamba-Ku yang taat kepada-Ku tanpa melihat-Ku? Inilah hari penambahan itu!"

Maka, mereka memberikan jawaban yang sama : "Kami telah ridha, maka ridhailah kami!

Allah.SWT berfirman : "Wahai sekalianpenghuni syurga!" Jika Aku tidak ridha kepada kalian, maka Aku tidak menempatkan kalian kedalam syurga-Ku! inilah hari penambahan itu! Maka mintalah apa saja kepada-Ku!"

Maka mereka bersepakat terhadap satu permintaan : "perlihatkan wajah-Mu agar kami bisa melihat-Nya!"

Kemudian Allah.SWT membuka tirai-Nya dan Allah terlihat oleh mereka dan Cahaya Allah menutupi mereka. Sekiranya Allah.SWT memutuskan mereka untuk terbakar, maka mereka pasti terbakar.

Semua yang ada dilembah tersebut berbicara dengan Allah Ta'ala hingga Allah berkata : "Hai fulan, ingatkah engkau bahwa pada suatu hari melakukan ini dan itu?"

Allah Ta'ala juga menyebutkan beberapa ppelanggaran yang telah dikerjakannya didunia. Kemudian orang tersebut berkata :
"Wahai Tuhanku, apakah Engkau tidak memberikan ampunan kepadaku?"

Firman Allah : "Justru karena ampunan_Ku, engkau tiba ditempat ini."

Duhai betapa nikmatnya telinga mendengar suara tersebut, Betapa sejuknya mata tatkala melihat wajah Allah Yang Maha mulia diakhirat kelak.






Eksistensi Surga

Eksistensi Surga diterangkan dengan sangat jelas dalam beberapa keterangan Al-Qur’an dan hadits Nabi yang semuanya harus kita imani.

Sementara Golongan Qadariyah dan kalangan Mu’tazilah beranggapan bahwa surga baru diciptakan kelak di hari akhirat. Menurut Ibnu Qayyim ini adalah pendapat yang nyeleneh. Pendapat yang paling rajih menurutnya adalah pendapat Ahlu Sunnah yang menyatakan bahwa surga itu telah diciptakan oleh Allah, diantara alasannya adalah:

1. Dalam perjalanan mi’raj Nabi melihat surga (QS. An-Najm: 13-15)
2. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah memperlihatkan tempat duduk ahli surga atau ahli neraka saat di alam barzah; Ada hadits yang menyebutkan bahwa ruh orang mu’min dimasukkan ke dalam surga berwujud burung yang bertengger di pohon surga; Selain itu diceritakan dalam salah satu hadit bahwa Jibril disuruh melihat surga, dll.

Pintu Surga

Keberadaan pintu gerbang surga disebutkan oleh Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73. Dalam hadits disebutkan bahwa luas pintu surga itu adalah baina Makkata wa Hajaro au Hajaro wa Makkata, seperti jauhnya Makkah ke Hajar (kurang lebih 1160 km). Namun kelak manusia akan berdesak-desakan didepannya. Kunci pembuka pintu surga adalah kalimat syahadah, dan jalan menuju padanya hanyalah satu yakni Islam (QS. Al-An’am: 153).

Walid bin Muslim dari Khalid dari Hasan menyampaikan bahwa pintu-pintu di surga itu transparan, bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam (lihat QS. Shaad: 50). Ia bisa diajak bicara, artinya bisa menutup dan membuka sesuai keinginan penghuninya.
Dimanakah Surga?

Di dalam hadits disebutkan bahwa surga itu berada di langit, tempat yang sangat tinggi. Terdiri dari 100 tingkat, setiap 2 tingkat jauhnya seperti langit dan bumi. Dan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus. Tapi ada satu tempat yang lebih tinggi darinya dan diperuntukkan bagi satu orang saja, tempat itu disebut Al-Wasilah. Nabi sangat berharap bahwa beliaulah yang akan menempatinya.

Nama-nama Surga

Surga itu bermacam-macam, nama-namanya disebutkan dalam Al-Qur’an diantaranya adalah: Al-Jannah, Darussalam (negeri sejahtera), Darul Khuldi (negeri kekal), Darul Muqamah (tempat kediaman), Jannatul Ma’wa (tempat tinggal), Adn, dll.
Orang yang pertama mengetuk pintu Surga

Muhammad saw adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga, dan umat beliaulah yang akan pertama kali memasukinya. Ada 70.000 orang yang akan memasukinya tanpa hisab, wajahnya bagaikan rembulan, mereka masuk dengan bergandeng tangan. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang murni ketauhidannya dan senantiasa bertawakkal kepada Allah, demikian kata Nabi.

Allah melimpahkan keistimewaan kepada mereka, bahwa setiap 1000 orang dari mereka dapat menyelamatkan 70.000 orang dari neraka, ditambah tiga cidukan Allah azza wa jalla. Subhanallah wallahu akbar.
Gambaran Surga

Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir. Ada istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak, tanaman-tanaman, berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi. Siapkah Anda memasukinya? Katakan: “Insya Allah”.

Di surga terdapat Ghuraf yakni bangunan transfaran yang tinggi, diberikan bagi mereka yang baik ucapannya, suka memberi makan orang lain, rajin berpuasa dan mendawamkan shalat malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.

Setiap mu’min mengenal tempat tinggalnya di surga walaupun ia belum pernah melihat sebelumnya.

Kondisi fisik orang mu’min ketika memasuki surga itu mirip Adam, tingginya 60 hasta, berambut pendek, belum berjenggot, dan matanya bercelak. Tampilannya bagaikan orang berusia sekitar 30 tahun. Allah menjadikannya seperti itu walaupun ia mati dalam keadaan anak-anak atau pun tua renta.

Hidangan pertama penduduk surga adalah sekerat daging dari hati ikan paus dan minumannya adalah salsabila. Setelah itu mereka makan daging sapi jantan.

Menurut riwayat dari Nabi, aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun. Tapi bagi orang-orang yang membunuh ahli dzimmah, orang-orang yang durhaka pada orang tua, orang pemutus hubungan, dan mereka yang menasabkan dirinya pada orang lain, tertutup baginya dari mencium aroma surga tersebut. Naudzubillah…

Di surga terdapat pohon Thalhu, yakni pohon bidara yang durinya diganti dengan buah-buahan yang satu butirnya terdiri dari 70 rasa yang berbeda. Ada juga pohon Thuba (QS. Waqi’ah: 31) yang naungannya sejauh perjalanan selama 100 tahun. Dari kelopak bunga pohon inilah pakaian ahli surga berasal.

Buah-buahan surga itu beraneka ragam layaknya buah-buahan di dunia (QS. Al-Baqarah: 25). Bahkan sabda Nabi menyebutkan bahwa buah-buahan dunia sebenarnya berasal dari surga, hanya saja ia berubah sedangkan buah-buahan di surga tidak berubah sama sekali.

Penduduk surga minum dari sungai-sungai di surga yang hulunya adalah dari surga Firdaus. Buah-buahannya dekat tersaji, mereka mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Jika mereka melihat ke arah burung surga dan tertarik kepadanya, maka dengan segera burung itu jatuh ke hadapannya dalam kondisi masak dan siap dimakan. Sementara itu 70 piring beragam corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya telah disiapkan.

Mereka juga minum dari sungai al-kautsar yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Ia adalah minuman campuran jahe.

Tapi, meskipun makan dan minum penduduk surga itu tidak buang kotoran atau kencing. Makanan dan minumannya itu dikeluarkan melalui keringat dan sendawanya yang harum.

Pakaian ahli surga adalah sundus dan istabraq (sutra bulu halus dan tebal), keluar dari kelopak bunga pohon Thuba dan warnanya bermacam-macam, ada yang putih, merah, hijau, kuning, dan hitam. Mereka memakai gelang emas dan perak, mahkota intan berlian yang mutiaranya adalah yakut. Jika manusia di dunia ini melihat pakaian-pakaian tersebut, tentu mereka pingsan karena tidak tahan melihatnya.

Kasur mereka tebal dan empuk. Tempat mereka tinggal berhamparkan permadani yang sangat indah. Ada kemah yang tingginya hingga 60 mil dan setiap sudutnya terdapat istri-istri ahli surga; ada ranjang berderetan yang berhias, bisa merendah ataupun menaik. Tapi ranjang ini bukanlah untuk tidur, karena di surga itu tidak ada tidur sebagaimana dikatakan Nabi: “Tidur itu adalah saudara kematian. Ahli surga tidaklah tidur”.

Bagi mereka juga disediakan sofa al-arikah, yakni sofa pengantin yang dipaduakan dengan ranjang yang berhias. Di dalamnya mereka dilayani oleh pelayan-pelayan yang senantiasa muda.

Isteri-isteri penghuni surga itu muthahharah, yakni bersih dari haid, ingus, ludah, najis, dan tinja. Mereka disebut al-hur karena senantiasa muda, cantik, kulitnya mulus, bagian hitam matanya sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih. Mereka tidak pernah digauli oleh siapapun sebelumnya, dipingit dan selalu perawan. Mereka disebut uruban karena selain cantik juga amat pandai berkomunikasi dan pandai memberikan kepuasan seksual kepada suaminya. Mereka disebut kawaaiba karena—maaf—amat montok payudaranya. Demikian disebutkan Nabi. Dan disebut huurun iin karena putih kulitnya bagai mutiara. Badan mereka transparan bagaikan yakut. Kamar mereka dari mutiara yakut dan ranjangnya dihias dengan mutiara lu’lu. Mereka tidak pernah bosan melakukan jima’. Lelaki surga tak pernah ‘loyo’ dan wanita surga tak pernah ‘sakit’. Kekuatan mereka dalam berjima’ adalah 100 kali lipat. Disebutkan juga oleh Nabi bahwa laki-laki penghuni surga itu dapat berjima’ dengan 100 perawan dalam satu petang. Mereka tidak pernah lemas, syahwatnya tidak padam dan farji wanita surga tidak pernah tertutup.

Di surga bisa juga terjadi kehamilan jika mereka menghendakinya. Tapi kehamilan, menyusui dan tumbuh berkembangnya itu terjadi dalam sesaat.

Ahli surga diberi 2 orang istri dari wanita dunia dan 70 orang istri dari wanita surga. Tapi wanita dunia itu lebih baik dari wanita surga disebabkan ibadahnya ketika di dunia. Di akhirat nanti wanita yang ketika di dunia pernah memiliki lebih dari 1 suami, boleh memilih mana yang menurutnya terbaik.

Di surga itu ada nyanyian (QS. Rum: 15). Menurut Yahya bin Abu Katsir al-habrah dalam ayat tersebut berarti paduan suara yang merdu. Bukan hanya itu, pohon-pohonan dan gesekan ranting-rantingnya pun menimbulkan suara-suara yang indah. Juga ada nyanyian bidadari untuk suaminya. Ada pula suara tasbih para malaikat yang demikian merdu.

Penghuni surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara yakut atau apa saja yang diinginkannya. Mereka saling berkunjung (Ash-Shafat: 50-57), penduduk surga kelas atas berkunjung ke surga kelas bawah. Tapi penduduk surga kelas bawah tidak dapat berkunjung ke surga kelas atas, kecuali mereka yang saling mencintai karena Allah.

Jika mereka saling rindu, mendekatlah ranjang-ranjang mereka dan bertemu untuk bernostalgia.

Bahasa mereka adalah bahasa Arab. Setiap hari Jum’at diselenggarakan pasar gratis, mereka pulang ke rumahnya masing-masing membawa apa saja yang diinginkannya.

Di surga ada juga kenaikan tingkat, yakni bagi mereka yang didoakan oleh anak-anaknya ketika di dunia. Mereka dipertemukan dan dikumpulkan oleh Allah (QS. At-Thur: 21) walaupun tidak sama derajatnya.

Begitulah gambaran sekilas tentang surga berdasarkan kabar yang disampaikan Nabi Muhammad saw.

Untuk siapakah kabar gembira ini?

1. Orang yang beriman dan beramal shalih (QS. 2: 25)

2. Wali-wali Allah, orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS.Yunus: 62-64)

3. Orang yang istiqamah dalam menghamba (QS. Fushilat: 30)

4. Pengikut kebaikan (QS. Az-Zumar: 17-18)

5. Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad (QS. At-Taubah: 20-21)

6. Orang yang mengindahkan peringatan Allah (QS. Yasin: 11)

7. Mu’min (QS. Al-Ahzab: 45-47)

8. Syuhada (Ali Imran: 169)

9. Orang yang berjual beli dengan Allah (QS. At-Taubah: 111)

10. Orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 155-157)

11. Orang yang khusyu dalam shalat, menjauhi hal yang sia-sia, muzaki, menjaga farji, amanah (QS. Al-Mu’minun: 1-11)

12. Muslim-muslimah yang taat, jujur, sabar, khusyu, bershadaqah, berpuasa, menjaga farj, rajin berdzikir (QS. Al-Ahzab: 35)

13. Orang yang bertaubat, memuji Allah, melawat, sujud, amar ma’ruf nahi munkar, memelihara hokum-hukum Allah (QS. At-Taubah: 112)

14. Orang yang berinfaq saat lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, istighfar (QS. Ali Imran: 133-136).

15. Beriman dan berjihad (QS. Ash-Shaf: 10-13)

16. Orang yang takut kepada Allah (QS. Ar-Rahman: 46)

17. Orang yang menahan hawa nafsu (QS. An-Naziat: 40-41)

Kesimpulannya adalah, kabar gembira ini adalah bagi mereka yang beriman, bertakwa, dan beramal ikhlas sesuai petunjuk Rasulullah saw.

Allaahumma innaa nas’aluka ridhooka wal jannah, wa na’uudzubika min sakhootika wa-nnaar…Yaa Allah kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan neraka…Amin.

(diambil dari berbagai suber)
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Gerbang Mini

3 komentar:

Anonymous mengatakan...

salam kenal...

suduthati mengatakan...

nice posting, brader. salam hangat

Kka Ardian mengatakan...

@suduthati salam hangat juga :)

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jendela Mini - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger